Rabu, 29 Oktober 2008

komunikasi

Komunikasi…emm….bukan sekedar bisa ngomong
Sepasang suami istri sedang dirundung masalah, mereka tidak bertegur sapa selama beberapa hari, suatu ketika sang suami pulang larut malam dan besok harus ke luar kota untuk menghadiri meeting bersama klien. Dia harus berangkat pagi2 untuk mengejar kereta agar tidak ketinggalan, jam beker pun dipasang tepat jam 4 pagi agar bisa bangun tepat waktu.. Karena masih marah, sang suami pun hanya menulis pesan diselembar kertas,”Mah, bangunin Papah jam 4 pagi ngejar kereta ke Semarang”.
Pagi harinya sang suami marah besar karena bangun kesiangan dan tidak bisa menghadiri meeting dengan klien. Tapi, sejenak dia dikagetkan dengan adanya selembar kertas yang bertuliskan “Pah, bangun dah jam 4 pagi. Tuh, jam beker dah bunyi dari tadi!!”. Ternyata sang istri mengingatkan suami dengan pesan dikertas pula.
***
Komunikasi terkadang kita mengabaikannya, padahal sangat penting perannya dalam meraih kesuksesan kita. Adakalanya ketika kita memiliki nuansa hati (senang, benci, sayang, marah) yang berbeda dari biasanya akan bereffek pada effektivitas komunikasi. Tentu kita tidak ingin kisah di atas terjadi pada diri kita, tidak berkomunikasi dengan pasangan /partner, kehilangan klien, dan seabrek masalah yang bisa muncul karena komunikasi yang tersendat.
Tapi, komunikasi bukan sekedar bisa ngomong dengan orang. Setidaknya ada 3 unsur dalam komunikasi :
a) Kata
Unsur ini memiliki pengaruh/ daya gugah 5%
b) Intonasi
Unsur ini memiliki pengaruh/ daya gugah 40%. Maksud saya begini, bila ada seseorang atau kekasih saya (umpamakan saya dah punya kekasih yach…) memanggil nama saya dengan dua intonasi yang berbeda.
Pertama, “Samsul!”
Kedua, “Samsuu………l”
Apa yang anda rasakan?
Panggilan pertama, terasa ketus dan biasa aja, panggilan kedua, ada nuansa lembut, penuh kasih mungkin sedikit menggairahkan.(kaya tau aja..hik!)
Kemungkinan jawaban atas panggilan pertama, “ada apa!” dan kemungkinan panggilan jawaban kedua, “ iya honey, what’s going on?what happen to, I am here.”
c) Bahasa tubuh/ekspresi
Unsur ini mimiliki pengaruh hingga 55%
Coba anda perhatikan bagaimana ketika seorang Eno Warisman berbicara, perhatikan mulai dari pronunciation-nya, mimic mukanya, gerak tangannya bahkan mungkin blocking tubuhnya. Dan coba bandingkan dengan pembawa berita. Apa yang bisa anda simpulkan???
Ato contoh laen gimana seorang Butet memerankan tokoh imitasi-nya dlm News Dot Com?
Nah, bagi kamu2 yang lagi ada masalah coba dech komunikasikan dengan kata2 yang baik, kata2 yang baik bukan sekedar secara unsur mengandung makna yang benar, tapi juga disampaikan pada waktu yang tepat.
mis, saat kita mo ngomong ke bapak penarik becak, saat kita minta dianter sampai terminal. Kalimat mana yang baik.
Kalimat pertama, “bapak tukang becak yang terhormat, berkenankah bapak mengantarkan saya ke terminal. Estimasi cost yang dibutuhkan brapa ya pak?” J
Kalimat kedua, “bang ke terminal brapa?”
Saya kira anda tau mana yang paling pas. Ok may useful 4 U
ga penting amat!!!

Tidak ada komentar: